
NAMA : YOSEF MOHAN SUHARNADI
JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI
TANGGAL LAHIR : 12 JANUARI 2001
AGAMA : KHATOLIK
TINGGI BADAN : 172 CM
ALAMAT :CUPUWATU 1, PURWOMARTANI, KALASAN, SLEMAN,
BERAT BADAN : 75 KG

NAMA : YOSEF MOHAN SUHARNADI
JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI
TANGGAL LAHIR : 12 JANUARI 2001
AGAMA : KHATOLIK
TINGGI BADAN : 172 CM
ALAMAT :CUPUWATU 1, PURWOMARTANI, KALASAN, SLEMAN,
BERAT BADAN : 75 KG






Website Resmi StiPram Yogyakarta > PROFILE STIPRAM

Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Yogyakarta berdiri tahun 2001 dengan nama waktu itu AKADEMI PARIWISATA AMBARRUKMO (AKPRAM) Yogyakarta. Saat itu AKPRAM mempunyai program studi tunggal yaitu Program Studi Perhotelan, dengan jurusam Perhotelan UNTUK JENJANG diploma tiga (D-3).
Tahun 2004, AKPRAM telah memperoleh Akreditasi dari BAN-PT dengan nilai B dan seiring dengan pesatnya perkembangan pariwisata di Indonesia maka pada awal tahun 2008, pariwisata telah di syahkan pemerintah sebagai suatu KEILMUAN dan tidak menebeng pada rumpun ilmu yang lain.
Maka pada tahun 2008, AKPRAM meningkat status menjadi SEKOLAH TINGGI PARIWISATA AMBARRUKMO (STIPRAM) dengan menambanh program studi Hospitality jurusan Hospitality untuk jenjang STRATA-SATU (S1). Seiring dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap STIPRAM, maka Akreditasipun meningkat menjadi A baik untuk program studi Perhotelan maupun Hospitality/ Pariwisata.
Dan pada tahun 2015, STIPRAM telah memperoleh Akreditasi Institusi dari BAN-PT dengan nilai B dan pada tahun 2016 STIPRAM kembali diberi kepercayaan mengelola program Studi Pasca Sarjana (S-2) program Studi Pariwisata.
PROGRAM STUDI :
SISTEM PEMBELAJARAN :
SERTIFIKAT AKREDITASI INSTITUSI

Website Resmi StiPram Yogyakarta > SEJARAH STIPRAM
Sebelum semua orang kenal dengan STIPRAM, sebelumnya kami adalah sebuah Akademi Pariwisata Ambarrukmo disingkat AkPrAm adalah Perguruan Tinggi Swasta di bawah naungan Yayasan Ambarrukmo yang berdiri tanggal 13 September 2001. Namun terhitung sejak tanggal 5 Agustus 2008, statusnya berubah menjadi Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo disingkat STIPRAM.
Yayasan Ambarrukmo sendiri adalah lembaga sosial bidang kependidikan khususnya untuk bidang pariwisata yang berlokasi di Yogyakarta. Kami memiliki materi pengajaran, yang up to date sesuai perkembangan perhotelan dan pariwisata global.
STiPrAm memiliki 2 program studi, yaitu Hospitality (S1) dan Perhotelan (D3).
Hospitality:
Suatu kegiatan pelayanan dalam menunjang industri jasa, khususnya
kegiatan ilmu kepariwisataan. Kegiatan ilmu kepariwisataan mencakup
keilmuan untuk industri jasa hotel, perbankan, rumah sakit, pegawai
negeri, perjalanan termasuk airline, cruise dan overland, yang intinya
adalah pelayanan sebagai Host (tuan rumah), masalah science of service
dan science of courtesy menjadi pilar utama dalam menyelesaikan setiap
pekerjaan (Job Requirment Standard).
Dekade sekarang dan kedepan, hal diatas menjadi nilai kompetitif dan kompetensi bagi Sumber Daya Manusia yang diminta dan dibutuhkan.
Website Resmi StiPram Yogyakarta > AKREDITASI STIPRAM
| Akreditasi | Peringkat | No. SK |
| Instituti ‘STIPRAM’ | B | 1023/SK/BAN-PT/Akred/PT/X/2015 |
| Prodi D3 Perhotelan | A | 2681/SK/BAN-PT/Akred/Dipl-III/XI/2016 |
| Prodi S1 Hospitality | A | 1550/SK/BAN-PT/Akred/S/VIII/2016 |
| Prodi S2 Pariwisata | B | 2990/SK/BAN-PT/Akred/M/VIII/2019 |
Klik Lihat Akreditsi Institusi STIPRAM Yogyakarta

Klik Lihat Akreditsi Program Studi STIPRAM Yogyakarta
Website Resmi StiPram Yogyakarta > VISI DAN MISI
VISI:
“Menjadi Perguruan tinggi Pariwisata berkualitas dan terpercaya serta dapat mengembangkan Ilmu Pariwisata secara global pada tahun 2025”.
MISI:

Pasar Beringharjo telah digunakan sebagai tempat jual beli sejak tahun 1758. Tawarannya kini kian lengkap; mulai dari batik, jajanan pasar, jejamuan, hingga patung Budha seharga ratusan ribu.

Pasar Beringharjo menjadi sebuah bagian dari Malioboro yang sayang untuk dilewatkan. Bagaimana tidak, pasar ini telah menjadi pusat kegiatan ekonomi selama ratusan tahun dan keberadaannya mempunyai makna filosofis. Pasar yang telah berkali-kali dipugar ini melambangkan satu tahapan kehidupan manusia yang masih berkutat dengan pemenuhan kebutuhan ekonominya. Selain itu, Beringharjo juga merupakan salah satu pilar ‘Catur Tunggal’ (terdiri dari Kraton, Alun-Alun Utara, Kraton, dan Pasar Beringharjo) yang melambangkan fungsi ekonomi.
Wilayah Pasar Beringharjo mulanya merupakan hutan beringin. Tak lama setelah berdirinya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, tepatnya tahun 1758, wilayah pasar ini dijadikan tempat transaksi ekonomi oleh warga Yogyakarta dan sekitarnya. Ratusan tahun kemudian, pada tahun 1925, barulah tempat transaksi ekonomi ini memiliki sebuah bangunan permanen. Nama ‘Beringharjo’ sendiri diberikan oleh Hamengku Buwono IX, artinya wilayah yang semula pohon beringin (bering) diharapkan dapat memberikan kesejahteraan (harjo). Kini, para wisatawan memaknai pasar ini sebagai tempat belanja yang menyenangkan.
Bagian depan dan belakang bangunan pasar sebelah barat merupakan tempat yang tepat untuk memanjakan lidah dengan jajanan pasar. Di sebelah utara bagian depan, dapat dijumpai brem bulat dengan tekstur lebih lembut dari brem Madiun dan krasikan (semacam dodol dari tepung beras, gula jawa, dan hancuran wijen). Di sebelah selatan, dapat ditemui bakpia isi kacang hijau yang biasa dijual masih hangat dan kue basah seperti hung kwe dan nagasari. Sementara bagian belakang umumnya menjual panganan yang tahan lama seperti ting-ting yang terbuat dari karamel yang dicampur kacang.
Bila hendak membeli batik, Beringharjo adalah tempat terbaik karena koleksi batiknya lengkap. Mulai batik kain maupun sudah jadi pakaian, bahan katun hingga sutra, dan harga puluhan ribu sampai hampir sejuta tersedia di pasar ini. Koleksi batik kain dijumpai di los pasar bagian barat sebelah utara. Sementara koleksi pakaian batik dijumpai hampir di seluruh pasar bagian barat. Selain pakaian batik, los pasar bagian barat juga menawarkan baju surjan, blangkon, dan sarung tenun maupun batik. Sandal dan tas yang dijual dengan harga miring dapat dijumpai di sekitar eskalator pasar bagian barat.
Berjalan ke lantai dua pasar bagian timur, jangan heran bila mencium aroma jejamuan. Tempat itu merupakan pusat penjualan bahan dasar jamu Jawa dan rempah-rempah. Bahan jamu yang dijual misalnya kunyit yang biasa dipakai untuk membuat kunyit asam dan temulawak yang dipakai untuk membuat jamu terkenal sangat pahit. Rempah-rempah yang ditawarkan adalah jahe (biasa diolah menjadi minuman ronde ataupun hanya dibakar, direbus dan dicampur gula batu) dan kayu (dipakai untuk memperkaya citarasa minuman seperti wedang jahe, kopi, teh dan kadang digunakan sebagai pengganti bubuk coklat pada cappucino).
Pasar ini juga tempat yang tepat untuk berburu barang antik. Sentra penjualan barang antik terdapat di lantai 3 pasar bagian timur. Di tempat itu, anda bisa mendapati mesin ketik tua, helm buatan tahun 60-an yang bagian depannya memiliki mika sebatas hidung dan sebagainya. Di lantai itu pula, anda dapat memburu barang bekas berkualitas bila mau. Berbagai macam barang bekas impor seperti sepatu, tas, bahkan pakaian dijual dengan harga yang jauh lebih murah daripada harga aslinya dengan kualitas yang masih baik. Tentu butuh kejelian dalam memilih.
Puas berkeliling di bagian dalam pasar, tiba saatnya untuk menjelajahi daerah sekitar pasar dengan tawarannya yang tak kalah menarik. Kawasan Lor Pasar yang dahulu dikenal dengan Kampung Pecinan adalah wilayah yang paling terkenal. Anda bisa mencari kaset-kaset oldies dari musisi tahun 50-an yang jarang ditemui di tempat lain. Selain itu, terdapat juga kerajinan logam berupa patung Budha dalam berbagai posisi. Bagi pengoleksi uang lama, tempat ini juga menjual uang lama dari berbagai negara, bahkan yang digunakan tahun 30-an.
Jika haus, meminum es cendol khas Yogyakarta adalah adalah pilihan jitu. Es cendol Yogyakarta memiliki citarasa yang lebih kaya dari es cendol Banjarnegara dan Bandung. Isinya tidak hanya cendol, tetapi juga cam cau (semacam agar-agar yang terbuat dari daun cam cau) dan cendol putih yang terbuat dari tepung beras. Minuman lain yang tersedia adalah es kelapa muda dengan sirup gula jawa dan jamu seperti kunyit asam dan beras kencur.
Meski pasar resmi tutup pukul 17.00 WIB, tetapi dinamika pedagang tidak berhenti pada jam itu. Bagian depan pasar masih menawarkan berbagai macam panganan khas. Martabak dengan berbagai isinya, terang bulan yang legit bercampur coklat dan kacang, serta klepon isi gula jawa yang lezat bisa dibeli setiap sorenya. Sekitar pukul 18.00 WIB hingga lewat tengah malam, biasanya terdapat penjual gudeg di depan pasar yang juga menawarkan kikil dan varian oseng-oseng. Sambil makan, anda bisa mendengarkan musik tradisional Jawa yang diputar atau bercakap dengan penjual yang biasanya menyapa dengan akrab
link :https://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/shopping/beringharjo/

Ratu Boko terletak sekitar 3 km ke arah selatan dari Candi Prambanan. Kawasan Ratu Boko yang berlokasi di atas sebuah bukit dengan ketinggian ± 195.97 m diatas permukaan laut. Situs Ratu Boko sebenarnya bukan sebuah candi, melainkan reruntuhan sebuah kerajaan. Oleh karena itu, Candi Ratu Boko sering disebut juga Kraton Ratu Boko. Disebut Kraton Boko, karena menurut legenda situs tersebut merupakan istana Ratu Boko, ayah Lara Jonggrang. Diperkirakan situs Ratu Boko dibangun pada abad ke-8 oleh Wangsa Syailendra yang beragama Buddha, namun kemudian diambil alih oleh raja-raja Mataram Hindu. Peralihan ‘pemilik’ tersebut menyebabkan bangunan Kraton Boko dipengaruhi oleh Hinduisme dan Buddhisme.
Di situs Ratu Boko ditemukan sebuah prasasti berangka tahun 792 M yang dinamakan Prasasti Abhayagiriwihara. Isi prasasti tersebut mendasari dugaan bahwa Kraton Ratu Boko dibangun oleh Rakai Panangkaran. Prasasti Abhayagiriwihara ditulis menggunakan huruh pranagari, yang merupakan salah satu ciri prasasti Buddha. Dalam prasasti itu disebutkan bahwa Raja Tejapurnama Panangkarana, yang diperkirakan adalah Rakai Panangkaran, telah memerintahkan pembangunan Abhayagiriwihara. Nama yang sama juga disebut-sebut dalam Prasasti Kalasan (779 M), Prasati Mantyasih (907 M), dan Prasasti Wanua Tengah III (908 M). Menurut para pakar, kata abhaya berarti tanpa hagaya atau damai, giri berarti gunung atau bukit. Dengan demikian, Abhayagiriwihara berarti biara yang dibangun di sebuah bukit yang penuh kedamaian. Pada pemerintahan Rakai Walaing Pu Kombayoni, yaitu tahun 898-908, Abhayagiri Wihara berganti nama menjadi Kraton Walaing.
Kraton Ratu Boko yang menempati lahan yang cukup luas tersebut terdiri atas beberapa kelompok bangunan. Sebagian besar di antaranya saat ini hanya berupa reruntuhan.

Gerbang
Gerbang masuk ke kawasan wisata Ratu Boko terletak di sisi barat. Kelompok gerbang ini terletak di tempat yang cukup tinggi, sehingga dari tempat parkir kendaraan, orang harus melalui jalan menanjak sejauh sekitar 100 m. Pintu masuk terdiri atas dua gerbang, yaitu gerbang luar dan gerbang dalam. Gerbang dalam, yang ukurannya lebih besar merupakan gerbang utama.
Sekitar 15 m dari gerbang luar berdiri gerbang dalam atau gerbang utama. Gerbang ini terdiri atas 5 gapura paduraksa yang bebaris sejajar dengan gerbang luar. Gapura utama diapit oleh dua gapura pengapit di setiap sisi. Walaupun gerbang dalam ini terdiri atas lima gapura, namun tangga yang tersedia hanya tiga. Dua gapura pengapit yang kecil tidak dihubungkan dengan tangga. Tangga naik dilengkapi dengan pipi tangga dengan hiasan ‘ukel’ (gelung) di pangkal dan kepala raksasa di puncak pipi tangga. Dinding luar pipi tangga juga dihiasi dengan pahatan bermotif bunga dan sulur-suluran.
Candi Batukapur
Sekitar 45 m dari gerbang pertama, ke arah timur laut, terdapat fondasi berukuran 5×5 m2 yang dibangun dari batu kapur. Diperkirakan bahwa dinding dan atap bangunan aslinya tidak terbuat dari batu, melainkan dari bahan lain yang mudah rusak, seperti kayu dan sirap atau genteng biasa.
Candi PemBokoran Candi pemBokoran berbentuk teras tanah berundak setinggi 3 m. Letaknya sekitar 37 m ke arah timur laut dari gerbang utama. Bangunan ini berdenah dasar bujur sangkar dengan luas 26 m2. Teras kedua lebih sempit dari teras pertama, sehingga membentuk selasar di sekeliling teras kedua. Permukaan teras atas atau teras kedua merupakan pelataran rumput. Dinding kedua teras berundak tersebut diperkuat dengan turap dari susunan batu kali. Di sisi barat terdapat tangga batu yang dilengkapi dengan pipi tangga. Di tengah pelataran teras kedua terdapat semacam sumur berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 4X4 m2 yang digunakan sebagai tempat pemBokoran mayat.
Di sudut tenggara candi pemBokoran terdapat salah satu sumur tua yang konon merupakan sumber air suci.
Paseban
Paseban merupakan kata dalam bahasa Jawa yang berarti tempat untuk menghadap raja (seba = menghadap). Bangunan ini terletak sekitar 45 m ke arah selatan dari gapur. Paseban merupakan teras yang dibangun dari batu andesit dengan tinggi 1,5 m, lebar 7 m dan panjang 38 m, membujur arah utara-selatan. Tangga naik ke lantai paseban terletak di sisi barat. Di berbagai tempat di permukaan lantai ditemukan 20 umpak fondasi tempat menancapkan tiang bangunan) dan 4 alur yang diperkirakan bekas tempat berdirinya dinding pembatas.
Pendapa
Sekitar 20 m dari paseban, arah selatan dari gapura, terdapat dinding
batu setinggi setinggi 3 m yang memagari sebuah lahan dengan ukuran
panjang 40 m dan lebar 30 m. Di sisi utara, barat dan selatan pagar
tersebut terdapat jalan masuk berupa gapura paduraksa (gapura beratap).
Di beberapa tempat di bagian luar dinding terdapat saluran pembuangan
air, yang disebut jaladwara. Jaladwara ditemukan juga di candi Banyuniba
dan Borobudur. Dalam bahasa Jawa, pendapa berarti ruang tamu atau
hamparan lantai beratap yang umumnya terletak di bagian depan rumah.
Di luar dinding pendapa, arah tenggara, terdapat sebuah teras batu yang masih utuh. Di ujungnya terdapat 3 buah candi kecil yang digunakan sebagai tempat pemujaan. Bangunan yang di tengah, yang berukuran lebih besar dibandingkan dengan kedua candi pengapitnya, adalah tempat untuk memuja Dewa Wisnu. Kedua candi yang mengapitnya, masing-masing, merupakan tempat memuja Syiwa dan Brahma.
Keputren
Keputren yang artinya tempat tinggal para putri letaknya di timur
pendapa. Lingkungan keputren terbagi dua oleh tembok batu yang memiliki
sebuah pintu penghubung. Dalam lingkungan pertama terdapat 3 buah kolam
berbentuk persegi. Dalam lingkungan yang bersebelahan dengan tempat
ketiga kolam persegi di atas berada, terdapat 8 kolam berbentuk bundar
yang berjajar dalam 3 baris.
Gua
Di lereng bukit tempat kawasan Ratu Boko berada, terdapat dua buah gua, yang disebut Gua Lanang dan Gua Wadon (gua lelaki dan perempuan). Gua Lanang yang terletak di timur laut ‘paseban’ merupakan lorong persegi. Di dalam gua, masing-masing di sisi kiri, kanan dan belakang, terdapat relung seperti bilik. Pada dinding gua terdapat pahatan berbentuk semacam pigura persegi panjang. Gua Wadon yang terletak sekitar 20 m ke arah tenggara dari ‘paseban’ lebih kecil ukurannya dibandingkan dengan Gua Lanang. Di bagian belakang gua terdapat relung seperti bilik.

Di Yogyakarta banyak sekali wisata alam yang terkenal dari Pantai Parangtritis, Kalibiru, Goa cerme, dan lainnya. Salah satu wisata alam yang dapat dikunjungi di Yogyakarta adalah Puncak Becici. Wisata alam ini memiliki hutan pinus seluas 4,4 hektar dengan alamnya yang masih alami dan hijau, udara yang masih segar dan hawa sejuk yang belum tercemar oleh polusi.
Nama Beicici berasal dari gabungan kata “ambeg’ yang mempunyai arti berdiam diri dan kata suci, dua kata tersebut merujuk pada cerita turun temurun yang dipercayai masyarakat setempat. Cerita tersebut tentang putra pendiri Desa Muntuk yang bertapa di bukit barat hutan pinus dan kemudian dia ingin disemayamkan di bukit yang sama ketika meninggal dunia.
Para pengunjung juga dapat merasakan ketenangan ditengah-tengah hutan pinus dan juga dapat memandangi keindahan alam dari gardu pandang. Yang terkenal dari Puncak Becici ini adalah panoramanya yang tak kalah indah dari Kali biru. Pengunjung dapat melihat deretan pohon hijau yang tumbuh dengan rapat dari ketinggian dengan latar belakang Gunung Merbabu dan Gunung Merapi.
Banyak sekali kegiatan yang dapat dilakukan disini, yang pertama adalah bagi para pemburu sunset. Para pengunjung dapat melihat sinar matahari senja yang menyapu puncak gunung, garis pantai selatan hingga pucuk-pucuk pepohonan. Pemandangan yang berlangsung singkat ini sangat sayang jika dilewatkan ketika berada di Puncak Becici. Di Puncak Becici ini juga sudah disediakan camping ground yang cukup luas bagi pengunjung yang ingin merasakan pengalaman camping yang seru.
Kegiatan yang lainnya adalah bermain ayunan di kawasan Puncak Becici. Para pengelola sudah menyediakan ayunan yang dapat digunakan oleh para pengunjung. Pengunjung juga dapat menyewa hammock yang telah disediakan oleh pengelola. Hammock yang disewa dapat digunakan untuk merelaksasi dan terapi dengan cara tiduran diatas hammock sembari berselaras dengan alam. Para pengunjung juga dapat memanfaatkan keeksotisan pohon pinus yang berada di Puncak Becici untuk mengabadikan momen bersama.
Banyak sekali spot foto yang ada disini terlebih lagi ketika sunset tiba, dengan background warna jingga dari pancaran matahari yang akan tenggelam membuat foto yang diambil sangat indah. Selain itu Puncak becici juga biasa digunakan untuk pemrotetan model sampai foto pre wedding karena alamnya yang indah. kawasan Puncak Becici ini dikelola oleh para warga setempat secara swadaya. Warga setempat secara gotong-royong mambangun fasilitas sederhana seperti lokasi parkir kendaraan, pemerataan jalan masuk, hingga tempat istirahat pengunjung.
Wisata Taman Pelangi Jogja Monjali cocok sekali sebagai wisata
keluarga, maupun untuk kalangan anak muda. Pemandangan lampion di malam
hari begitu memanjakan mata, serta sangat bagus sekali menjadi tempat
berburu foto selfie yang keren.

Terdapat berbagai macam jenis lampion dengan desain yang indah. Beberapa lampion populer diantaranya seperti: lampion pohon Sakura, lampion burung Merak, lampion burung Unta, lampion Naga, lampion tokoh kartun, lampion Beruang, lampion wajah Tokoh Nasional, dan masih banyak yang lainnya.
Bila berkunjung ke wisata Taman Pelangi Monjali, dipastikan tak sabar untuk segera berfoto-foto. Berburu foto bukanlah aktivitas satu-satunya di sana, kamu masih bisa menikmati aneka wahana permainan di Taman Pelangi.
Adapun berbagai permainan yang asyik diantaranya seperti: Speed Bot, Junior Jet, Safari Train, Becak Mini, ATV, Bola Air, dan masih banyak yang lainnya.
Berkunjung ke Taman Pelangi Jogja, tidak perlu khawatir kelaparan, karena tersedia food court yang menyajikan aneka hidangan seperti: Mie, Batagor, Siomay, dan lain-lain.

Lokasi taman lampion ini berada di dalam area Monumen Jogja Kembali, Jalan Ring Road Utara, Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Rute mencapai Taman Pelangi, bagi pengunjung yang datang dari Stasiun Tugu, dapat berjalan menuju Halte Malioboro 1, lalu naik bus Trans Jogja rute 2A dan turun di Halte Ring Road Utara.
Sedangkan bagi pengunjung yang datang dari Terminal Jombor, bisa naik bus Trans Jogja rute 2B dan turun di Halte Ring Road Utara.
Karena taman ini dominan dengan kerlip lampu. Maka jam buka taman pun menyesuaikan. Taman wisata ini dibuka mulai sore hingga malam hari.
Senin-Jumat dari jam 16.30 sampai jam 22.00. Pada Akhir pekan buka dari jam 17.00 sampai jam 23.00.

Untuk bisa menyaksikan warna-warni lampion di Taman Pelangi pengunjung dikenakan biaya tiket Rp 15.000 pada hari biasa, dan Rp 20.000 pada akhir pekan.
Fasilitas yang disediakan di taman ini cukup memadai. Tersedia Area parkir di sekitar kawasan Taman memadai untuk menampung puluhan unit mobil dan motor. Penjaga parkir juga merupakan petugas resmi sehingga cukup aman.
Fasilitas toilet juga tersedia dengan jumlah yang cukup memadai. Serta ada food-court dengan ragam pilihan makanan pada salah satu sudut taman.

Aneka lampion dari yang berukuran kecil, sedang, sampai besar tersebar di setiap sisi taman pelangi Jogja yang mengelilingi Monumen Jogja kembali.
Warna-warni yang disajikan di tengah gelap malam tentu menjadi daya tarik yang memikat mata. Selain indah dipandang mata, aneka lampion ini juga sangat bisa diandalkan sebagai tempat berfoto dan selfie,
Kecantikan lampion sudah bisa dirasakan sejak awal memasuki taman. Terdapat dua pintu masuk di Taman Pelangi yaitu Pintu Barat dan Pintu Timur. Jika masuk dari Pintu Timur, pengunjung langsung disambut gerbang berupa lampion besar berbentuk setengah lingkaran bagai pelangi berwarna warni.
Selanjutnya, pengunjung bisa mengarahkan diri ke deretan lampion yang berbentuk flora dan fauna. Ada juga lampion berbentuk tokoh kartun Disney, kartun jepang, dinosaurus, naga, serta kehidupan bawah laut yang sangat menarik perhatian terutama anak-anak.

Tidak ketinggalan juga dengan nilai kebangsaan, ada juga lampion yang berbentuk wajah para tokoh pemimpin bangsa.
Setiap beberapa bulan sekali, lampion-lampion dan lampu-lampu hias di taman ini selalu diganti atau ditambah dengan lampion dan tata lampu yang berbeda dari bentuk sebelumnya.
Proses penambahan dan perubahan lampion tersebut untuk memelihara daya tarik taman dan minat pengunjung, untuk sering datang ke taman ini. Jadi walau pengunjung sudah pernah datang dan bahkan beberapa kali datang, pengunjung akan selalu senang karena bisa menikmati hal baru di taman pelangi jogja ini.

Selain lampion indah beraneka bentuk, Taman pelangi jogja juga memiliki pohon-pohon buatan yang dihiasi beraneka lampu hias warna warni. Berfoto di antara pepohonan lampu tersebut seolah-olah membawa pengunjung berada di hutan fantasi bertabur cahaya.
Ada juga lorong yang bagian atasnya digantungi ratusan lampu, hingga area rumput yang ditutupi barisan lampu-lampu kecil menjadi atraksi yang selalu mengundang perhatian. Terlebih anak muda untuk mempercantik foto di media sosial mereka.

Petualangan di taman pelangi tidak melulu soal mencari foto cantik saja. Di sini juga ada rumah hantu, yang diberi nama Puri Hantu. Harga karcis masuk sebesar Rp.10.000. Tempatnya cukup seram dan hantu di sini juga menyeramkan, dan suka muncul tiba-tiba. Hal ini tentu benar-benar membuat olahraga jantung malam hari.
Setelah membeli tiket, pengunjung diarahkan menuju ke gerbang masuk. Gerbang ini sendiri sudah menampakkan nuansa seram dengan berbagai aksesoris. Selain terdapat tirai kain yang berwarna putih, ada juga hiasan semacam lampu api.
Di bagian atas gerbang terdapat ornamen serupa mayat korban bunuh diri dengan cara digantung. Lebih seram lagi yang tergantung itu adalah wujud kuntilanak. Sedangkan di bagian kanan dan kiri gerbang terdapat ornamen berupa gambar Boneka Chucky dan hantu Pocong.

Kejutan pertama setelah masuk puri hantu adalah peti yang berisikan mayat. Ketika melewati area yang ada pepohonan, teror hantu mulai berdatangan. Kemunculan hantu-hantu itu sering kali tiba-tiba dan mengagetkan. Sosok hantu yang muncul sangat menyeramkan, mulai dari hantu pocong, kuntilanak, genderuwo, mumi, dan berbagai macam hantu lokal dan import.
Hantu-hantu itu bisa muncul dari samping, belakang, depan atau bahkan dari atas pohon. Tentu suasana sangat mencekam ketika hantu-hantu itu mulai mendekati dan menampakkan wujudnya. Tak jarang terdengar suara pengunjung yang berteriak-teriak karena ketakutan.
Setelah beberapa lama mendapat teror dari hantu-hantu itu, menjelang pintu keluar, ternyata ada bonus bagi pengunjung wahana. Pengunjung bisa berfoto ria bersama hantu-hantu itu secara gratis.

Menariknya, selain Taman cahaya, taman pelangi jogja juga memiliki berbagai atraksi wahana permainan lain. Fasilitas permainan Taman Pelangi cukup lengkap mulai dari wahana yang menegangkan sampai wahana permainan air.
Di taman ini tersedia wahana seperti bola air, perahu dayung, battery car, euro bungae, rumah ballon, trampoline, junior jet, bumper boat, speed boat, halicak, sepeda tandem, bom bom car, ATV, safari train, becak air dan masih banyak yang lainnya.
Masing-masing wahana permainan dapat dimanfaatkan dengan membayar tiket permainan berkisar Rp.10.000- 20.000. Pengunjung tidak perlu khawatir dengan keselamatan , karena setiap permainan mempunyai tingkat keamanan yang profesional di bidang keselamatan .

Liburan pasti kurang berkesan jika misalnya berkunjung pada waktu yang salah. Niat awal ingin mendapatkan gambar yang terbaik namun akhirnya sia-sia saja. Nah hal tersebut tidak akan pernah terjadi di Taman Pelangi apabila memperhatikan beberapa hal di bawah ini:

Untuk pengunjung yang belum puas bermain-main di wahana yang ada di taman pelangi, bisa melanjutkan di wahana permainan siang hari yang lebih lengkap. Pilihan yang tersedia dalam jarak hanya 9 km adalah Jogja Bay Pirates Adventure Waterpark di Jalan utara stadion, Maguwoharjo.
Dengan luas total area 7 Ha, dengan 19 wahana permainan air. Jogja Bay Pirates Adventure Waterpark merupakan taman wisata air terbaru satu satunya di Indonesia dengan mengusung tema bajak laut yang memadukan unsur Pulau Jawa dan Eropa.
Bagi pengunjung yang memiliki ketertarikan dengan seni dan sejarah seni, bisa melanjutkan kunjungan ke museum Affandi. Museum hanya 9 km dari taman. Museum yang berada di tepi Sungai Gajah Wong ini menyimpan banyak lukisan karya Affandi. Selain itu, museum juga menyimpan benda peninggalan Affandi seperti mobil, dan sepeda.
Demikianlah ulasan nativeindonesia.com tentang keseruan aktivitas di Taman Pelangi Jogja. Jangan lupa ajak keluarga, sahabat, teman untuk menikmati wisata yang satu ini. Rame-rame lebih seru.
link :;https://rezatour.home.blog/

Candi Sambisari merupakan candi Hindu yang terletak sekitar 4 km dari candi Prambanan. Candi ini dibangun pada masa pemerintahan raja Rakai Garung pada zaman kerajaan Mataran Kuno. Candi Sambisari terletak 6,5 meter dibawak permukaan tanah sehingga candi ini sering disebut dengan candi bawah tanah.
Candi Sambisari ini asal mulanya ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang petani bernama Karyowinangun. Berawal dari aktivitasnya mencangkul tanah disawah. Suatu ketika cangkup yang diayunkan ke tananh membentur sebuah batu yang cukup besar. Setelah diperhatikan batu tersebut memiliki pahatan pada permukaannya. Selanjutnya petani tersebut dan warga setempat heran melihat penemuan batu tersebut.
Selanjutnya Dinas Kepurbakalaan yang mengetahui hal itu segera datang dan selanjutnya menetapkan areal sawah dari petani tersebut merupakan suaka dari purbakala. Batu yang ditemukan petani tersebut merupakan bagian dari candi yang terkubur dalam tanah . Selanjutnya penggalian akhirnya dilakukan dan menemukan ratusan bongkahan batu lain beserta dengan arca-arca nya. Penggalian terus dilakukan dan selanjutnya selama 21 tahun akhirnya betuk dari candi ini dapat diinikmati. Bangunan candi yang sudah bediri ini akhirnya bernama Candi Sambisari.
Candi Sambisari didirikan sekitar tahun 812-838 M pada masa pemerintahan Rakai Garung. Bangunan candi ini terdiri dari sebuah candi induk dan tiga candi pendamping. Candi ini dikelilingi oleh 2 pagar, pagar yang pertama sudah selesai pugar sedangkan pagar yang kedua hanya ditampakkan sedikit sebelah timur candi yang masih dipakai sebagai pembatas. Terdapat juga 8 buah Lingga patok yang berada di setiap penjuru mata angin.
Bangunan dari candi ini tidak mempunyai alas seperti halnya candi-candi lain. Kaki candi yang berfungsi sebagai alas sehingga sejajar dengan tanah. Kaki candi terlihat polos karena tidak ditemukannya motif atau relief yang terpahat di tempat tersebut. Relief hiasan baru ditemukan pada bagian tubuh hingga puncak candi bagian luar yang bermotif menyerupai batik-batik.
Saat menaiki tangga pintu masuk ke dalam candi induk, anda akan melihat hiasan berupa makara ( hewan ajaib dalam mitologi Hindu ) yang mulutnya sedang menggangga yang didalamnya terdapat seekor singa. Makara pada candi Ssambisari merupakan evolusi dari bentuk makara di India yang merupakan perpaduan antara gajah dengan buaya yang ekornya membengkok atau dengan seekor ikan.
Setelah melewati anak tangga pintu terakhir masuk candi induk, akan anda jumpai selasar selebar 1 meter dan disekelilingnya terdapat 3 relung yang masing-masing relung terdapat arca. Selanjutnya di sisi Utara, terdapat arca Dewi Durga ( istri Dewa Siwa ) dengan 8 tangannya yang semuanya memegang senjata. Sementara itu disisi Timur terdapat sebuah arca Ganesha ( anak Dewi Durga ). Dan yang terakhir disisi Selatan terdapat arca Agastya dengan aksamala ( tasbih ) yang dikalungan di lehernya.
Selanjutnya bila anda memasuki bilik utama candi induk ini, anda akan melihat lingga yoni yang berukuran besar sekitar 1,5 meter. Keberadannya merupaka bukti bahwa candi ini didirikan sebagai tempat pemujaan terhadap Dewa Siwa. Lingga Yoni konon dipakai untuk membuat air suci dengan cara air diguyurkan pada lingga yang selanjutnya air mengalir melewati parit kecil pada yoni dan kemudian air tersebut ditampung dalam sebuah wadah.
Ketika anda keluar dari candi ini menuju kebarat, anda akan menjumpai tiga candi perwara ( pendamping ) yang terletak saling berhadapan. Candi perwara ini diduga dibangun tidak menggunakan atap karena pada waktu penggalian tidak ditemukan bagian batu yang digunakan untuk atap pada candi perwara ini. Kalau anda lihat bagian candi perwara tengah mempunyai lapik bujur sangakar yang dihiasi bunga teratai ( padmasana ) berbentuk bulat cembug dan hiasan berupa naga. Kemungkinan tempat tersebut merupakan tempat arca atau sesejen.
Lokasi
Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta.
Akses
Kalau dari Yogyakarta melalui jalan raya Jogja – Solo setelah sekitar 3 km dari Janti anda akan melihat gapura menuju Akademi Angkatan Udara Yogyakarta yang terletak di sebelah kanan ( selatan ) jalan Solo. Beberapa meter dari gapura tersebut ketemu dengan pertigaan selanjutnya ambil belokan kekiri ( utara ) ikuti terus setelah 5 – 10 menit kemudian, anda akan segera sampai di Candi Sambisari.
Harga Tiket
Harga tiket untuk memasuki Candi Sambisari Dewasa sebesar Rp.2.000,- per orang dan anak-anak Rp.1.000,- per orang
Fasilitas
Fasilitas yang terdapat pada tempat ini meliputi :

Banyak sekali cerita sejarah maupun mitos yang berkembang di balik nama Parangtritis. Seakan-akan menyimpan seribu cerita yang menarik untuk diketahui selain untuk dinikmati panoramanya. menurut cerita masyarakat, dahulu kala ada seorang bernama Dipokusumo yang melarikan diri dari Kerajaan Majapahit.
Tatkala itu ia sedang bersemedi, melihat dari celah-celah batu karang yang menjatuhkan banyak tetesan air. Dalam bahasa Jawa, karang disebut juga dengan “paran”. Sedangkan tetesan air itu disebut dengan “tumatitis”, sehingga jadilah nama daerah itu dengan sebutan “Parangtritis” artinya air yang menetes dari batu. Mungkin cerita itu menjadi salah satu asal usul Pantai Parangtritis Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sudah banyak yang tau kan kalau Pantai Parangtritis diyakini menjadi bagian dari perwujudan kesatuan trimurti untuk Daerah Istimewa Yogyakarta. yakni benda, icon ataupun lainnya yang sangat melekat dengan sisi mistis kota Jogjakarta. Trimurti terdiri dari Gunung Merapi yang mempunyai elemen api, Pantai Parangtritis yang mempunyai elemen air dan Keraton Jogja berperan sebagai penyeimbang keduanya. Yang letak semuanya itu membentuk garis lurus dari utara ke selatan daerah Jogja.
Selain cerita di atas, berkembang pula Misteri Pantai Parangtritis di masyarakat setempat bahkan wisatawan dari luar pun percaya jika Pantai Parangtritis adalah pintu gerbang Istana Kerajaan Laut Selatan merupakan bagian dari daerah kekuasaan Ratu Selatan yang dipimpin oleh Nyai Roro Kidul.

Selanjutnya, ada satu mitos pantai parangtritis yang telah berkembang bahkan sampai saat ini masih dipercaya dan dijaga. Yakni cerita tentang Nyai Roro Kidul yang amat menyukai benda-benda berwarna hijau.
Sehingga berlakulah saran tetapi mengarah pada larangan di pantai parangtritis untuk wisatawan agar tidak memakai pakaian atau benda-benda yang berwarna hijau saat berada di sana. Hal ini dikarenakan, konon, jika sampai Nyai Roro Kidul tertarik, anda dapat diseret ke laut untuk diajak gabung atau menjadi prajuritnya bila sampai beneran membawa warna hijau.
Terlepas dari semua mitos yang ada, Pengunjung Pantai Parangtritis tetap harus hati-hati karena ombak di sana bisa dibilang sangat besar. Makanya, pengunjung dilarang untuk mandi di pantai karena landscape pantai memang sangat curam dan berbahaya.
Parangtritis merupakan objek wisata yang paling terkenal di Yogyakarta. Parangtritis mempunyai pemandangan unik yang tidak ditemukan pada objek wisata lainnya yaitu gumuk pasir yaitu gunung-gunung pasir di sekitar pantai. Gumuk ini dikatakan sebagai satu-satunya gurun pasir di Asia Tenggara. Di sini, Anda akan merasa sedang berada di Afrika sebab luasnya lautan pasir dan udaranya yang lebih panas dibanding daerah sekitarnya.

Selain dari pada ombaknya yang cukup besar itu. Potensi yang lura biasa ini hingga parangtritis ini, hingga membuat pihak Pemkab Bantul turun tangan mengelolanya dengan baik, dengan memberi fasilitas penginapan sampai pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis.
Di Parangtritis juga tersedia ATV yang dapat disewa dengan harga sekitar Rp 50.000 – Rp.100.000, kuda dan kereta kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat cukup dengan RP. 20.000. Selain itu Parangtritis juga merupakan tempat yang pas untuk olahraga udara, tersedia penginapan atau hotel di Pantai Parangtritis, Warung jajanan, Toko kerajinan, Toko kelontong dan lahan parkir yang luas. Tiket masuk Pantai Parangtritis setara dengan tiket masuk Pantai Depok Jogjakarta yaitu sebesar Rp. 5.000,-/orang. Harga yang murah bukan?
Jarak Malioboro ke Pantai Parangtritis sekitar 28 km. Lokasi ini dapat dicapai lewat sebuah desa bernama Kretek. yakni desa yang letaknya dipinggir jalan Parangtritis. Saat Anda berada di posisi luar kota, ambil rute jalan melalui Jl. Parangtritis, ikuti arah tersebut menuju ke selatan hingga sampai ke Pantai Parangtritis. Rute inilah yang paling cepat dan lancar bagi para wisatawan yang belum begitu mengenal seluk-beluk jalanan menuju wisata Pantai Parangtritis Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta 55772.

Bagi anda para wisatawan yang ingin menikmati pemandangan berbeda dalam perjalanan menuju Pantai Parangtrits, ambil rute yang satu ini yaitu lewat sisi sebelah tenggara kota Jogja, pemandangannya cukup indah melalui jalan Imogiri dan melewati desa Siluk.
Selain kisah misteri tentang Nyai Roro Kidul, Pantai Parangtritis juga diceritakan sebagai tempat bertemunya Panembahan Senopati dengan Sunan Kalijaga setelah Panembahan Senopati usai menjalani pertapaan. Jadi, wajar jika selain sebagai tempat rekreasi, Parangtritis juga menjadi lokasi yang penuh keramat. Tidak sedikit ada pengunjung yang datang untuk bermeditasi. Pantai ini juga menjadi salah satu tempat berlangsungnya upacara Labuhan dari Kraton Jogjakarta.
Di Pantai Parangtritis, bukan hanya ada hamparan pantai yang menawan. Di sana, di sisi utara timur Pantai Parangtritis Anda juga akan menemukan bukit kecil. Pemandangan yang ditawarkan dari atas bukit sangat menakjubkan. Apalagi saat sore, Anda dapat menikmati segarnya hembusan angin pantai sambil menyantap hidangan, jajanan atau manisnya es kelapa muda.
Anda juga bisa berkunjung ke Bukit Parangndog jika memang menginginkan medan yang lebih menantang. Letaknya di yang terletanya di sebelah timur Pantai Parangtritis. Tepatnya perbatasan antara Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul. Di Bukit ini, disediakan sebuah tempat yang khusus untuk olahraga paralayang dan gantole. Kawasan tersebut mmeang hanya dicapai dengan medan yang cukup berat. Akan tetapi, pemandangan yang ditawarkan memang sangat menawan. Sesampainya di sana, lelah anda akan terbayar lunas dengan pemandangannya yang indah apalagi ketika sang surya tenggelam..anda bisa bayangkan sendiri.

Jadi ingat lokasi Pantai Drini Yogyakarta yang terletak di Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, Gunung Kidul. Keistimewaan dari pantai ini yaitu adanya pulau karang yang tumbuh pohon Drini dan konon kayunya bisa digunakan untuk menangkal ular berbisa..Dibangunlah Mercusuar di atas karang itu. Menaranya sebagai sarana melihat pemandangan rumput-rumput laut yang ada di antara karang-karang laut, dan biota laut lainnya dari atas pulau.
Lain dengan kesakralan di pantai Parangtritis, Lokasi Pantai Wediombo Wonosari yang berada di Desa Jepitu Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul juga ada Kegiatan semacam adat budaya. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh masyarakat setempat setiap tahun. Namanya budaya “Ngalangi” yakni upacara prosesi penangkapan ikan dengan cara menggunakan gawar yang terbuat dari akar pohon wawar yang menjalar sebagai jaring yang dipancangkan dari bukit Kedungwok dan dihalau bersama-sama ke laut.
Di luar mitos dan berbagai cerita yang melekat di balik nama Pantai Parangtritis, objek wisata ini menyajikan keindahan panorama lepas pantai yang landai dengan dataran pasir hitam nan luas. Mempunyai pasir besi hitam yang sangat melimpah membentuk bukit-bukit kecil dengan dihiasi sedikit pepohonan. Keunikan inilah yang hanya ada di Pantai Parangtritis Jogja bahkan telah diakui di belahan dunia.
Ombak yang begitu besar justru menambah keindahan pantai baik di kala siang maupun sore hari. Untuk yang suka berenang di pantai ditahan ya, soalnya berbahaya. Dilarang berenang melewati zona aman sebab korban wisatawan yang tewas tenggelam tidak sedikit. BAHAYA jika mengabaikan larangan-larangan tersebut, yang menjadi taruhan adalah nyawa anda.